Dalam menilai orang lain, pakai standar Allah, jangan pakai standar manusia. Sehingga dalam membenci dan mencintai tidak ada yang berlebihan.
Contoh standar manusia: Ganteng, cantik, masa depan cerah, kaya, miskin, gendut, kurus, dll.
Sedangkan Allah tidak menilai hamba-Nya demikian. Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat hati dan amal. Penilaian Allah tertuju pada hal-hal yang lebih dalam dari sekadar yang tampak dari tubuh dan yang terkesan mewah di mata kebanyakan manusia.
Terkadang memang sulit mengendalikan diri ketika membenci dan mencintai sesuatu, tapi aku percaya bahwa ketika aku tidak berlebihan terhadap hal tersebut, hidup terasa lebih tenang dan damai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar