Selasa, 25 Oktober 2022

Aku rasa jalan kita memang berbeda. Setiap kali untaian doa untuk bersama pudar layaknya tulisan di atas kertas lama. Bahkan beribu kali kita berusaha untuk bersama tapi selalu ada saja petir yang menyambar.

Meski setiap petir menyambar, aku kembali kuat, tetap saja aku hanyalah gadis kecil yang bisa saja menangis tatkala apa yang aku inginkan tidak bisa aku dapatkan. 

Lantas, jika menjadi kuat bukanlah jawaban. Lalu apa yang mesti ku lakukan selain menangis?


Senin, 23 Mei 2022

Rabu, 18 November 2020

Your Mind

There is a place I would like to visit

And it's called your mind

Baby, it's so beautiful place

Your mind is beautiful

 

Tertampar

 "Jika tidak cantik dan tidak pintar, setidaknya jadilah wanita yang shaleha."


*you too boys..

Dalam Menilai Orang lain

Dalam menilai orang lain, pakai standar Allah, jangan pakai standar manusia. Sehingga dalam membenci dan mencintai tidak ada yang berlebihan.

Contoh standar manusia: Ganteng, cantik, masa depan cerah, kaya, miskin, gendut, kurus, dll.

Sedangkan Allah tidak menilai hamba-Nya demikian. Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat hati dan amal. Penilaian Allah tertuju pada hal-hal yang lebih dalam dari sekadar yang tampak dari tubuh dan yang terkesan mewah di mata kebanyakan manusia.

Terkadang memang sulit mengendalikan diri ketika membenci dan mencintai sesuatu, tapi aku percaya bahwa ketika aku tidak berlebihan terhadap hal tersebut, hidup terasa lebih tenang dan damai.

Senin, 16 November 2020

Altruistik

Bagaimana kalau kita semua mulai menerapkan perilaku altruistik?

Misalnya dengan mementingkan kepentingan orang lain di atas kepetingan sendiri? 

Lebih baik lagi jika, memberikan bantuan kepada orang lain secara sukarela tanpa mengharap imbalan apapun dengan mengeyampingkan kepentingan pribadi demi mensejahterakan orang lain.

 

Self Absorption

Self Absorption merupakan kondisi ketika seseorang terlalu sibuk dan hanya fokus memikirkan tentang diri sendiri sehingga mengesampingkan dunia di luar dirinya, sehingga sedikitnya perhatian dan upaya untuk memahami orang lain.

Sedangkan orang yang hanya mementingkan diri sendiri tersebut disebut dengan Self Absorbed. Ciri-cirinya mirip dengan perilaku narsistik. 

Jika dirangkum, Self Absorbed ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Bersikap Depensif; mereka tidak mau melihat dan memahami situasi orang lain, selama dirinya terlindungi dan aman, orang-orang ini tidak akan ambil pusing.

2. Beranggapan bahwa dunia hanyalah tentang dirinya.

3. Cenderung memaksa; terlihat dengan seringnya mengucapkan kata "harus" atau "seharusnya".

4. Terkadang merasa insecure.

5. Sering mencari pertemanan yang menguntungkan,

6. Sering memaksakan kehendak dan pendapat.

7. Bersimpati palsu.

8. Menyembunyikan perasaan tidak aman dan menyombongkan kesuksesannya.

9. Arogan.

10. Egois. 

***

Apakah kamu memiliki perilaku seperti itu?

Minggu, 15 November 2020

Kebenaran Meminta Maaf Adalah untuk Kebaikan Diri Sendiri

 Tolong

Maaf

Terimakasih

***

Salah satu langkah menuju hidup bahagia versiku adalah tidak gengsi untuk mengucapkan tolong, maaf, dan terimakasih. Kenapa begitu? Sebenarnya hal sepele bagi sebagian orang ini justru berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Tidak percaya? Kamu boleh menerapkan ini dalam setiap kegiatan atau setiap kamu bersosialisasi dengan orang lain.

***

Sebenarnya aku baru saja membuktikan bahwa kata maaf mampu membebaskanku dari perasaan bersalah kepada seorang teman. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, kerap melakukan kesalahan, dan memiliki ego yang tinggi. 

Beberapa waktu yang lalu, aku tidak sengaja menyakiti seorang teman dengan perkataan yang mungkin menyinggungnya. Meski sudah meminta maaf melalui pesan singkat, tapi tetap saja perasaan bersalah terus menghantui. Hal tersebut terus saja mengganggu, sampai akhirnya aku memutuskan untuk meminta maaf secara langsung via telepon. Tepat malam ini, aku menelepon untuk mengatakan bahwa aku benar-benar merasa bersalah setelah mengatakan hal tersebut dan mengucapkan maaf yang tulus dan ikhlas. Benar saja, setelah mendengar langsung bahwa aku sudah dimaafkan, semua perasaan bersalah tadi hilang, seolah-olah beban dipikiran pergi begitu saja. 

Luar biasa bukan? 

***

Meminta maaf adalah untuk kebaikan diri sendiri, aku memahami kebenaran ini.

Jumat, 13 November 2020

Takjub

Aku selalu dibuat takjub dengan kebaikan Tuhan mengabulkan doa-doa hamba-Nya, tanpa peduli berapa banyak dosa yang hamba-Nya perbuat.

Sungguh, aku benar-benar merasakannya.

Tuhanku memang tidak pernah membiarkanku merasa sedih. Walaupun begitu sering aku lalai dengan perintah-Nya. Walaupun disaat sepi aku lebih sering mengeluh kepada manusia daripada mengeluh kepada-Nya. 

Aku tidak pernah benar-benar merasa kesepian, atas kebaikan-Nya.

Ketika aku memutuskan merantau, aku berpikir aku akan merasa kesepian nantinya. Ternyata tidak, Tuhan memberikan aku keluarga yang senantiasa mengisi hariku sehingga aku tidak pernah benar-benar merasa sepi disini. Bahkan dengan segala kebaikan-Nya, Tuhan menghadirkan Mama disini untuk menemaniku.

Masalah selanjutnya adalah dengan siapa aku berbagi untuk sekedar bercerita tentang hari-hari yang kulalui? 

Lagi-lagi Tuhan membuatku takjub, aku dipertemukan dengan seorang teman baik yang bersedia mendengarkan semua curhatku, berbagi cerita, dan berbagi pengalaman dan ilmu yang ia punya. Sejak memahami hal tersebut, aku tidak lagi khawatir terhadap dunia.

Tuhan selalu punya cara agar kita jauh dari rasa kesepian.

Kamis, 12 November 2020

Resolusi Serius 2020

I wanna talk about something particularly mainstream. Resolusi. R E S O L U S I.

Mainstream gak sih, membicarakan resolusi diakhir tahun 2020? Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa target penting yang harus ditulis, dipajang, atau  sekedar pengingat hal apa saja yang harus kita capai dalam kurun waktu tertentu.

Tapi kali ini berbeda, ini adalah resolusi serius yang sudah aku targetkan sejak lama. Sejak menginjak sekolah menengah atas, aku memang sudah menargetkan ingin berkarir nantinya ketika menamatkan kuliah. Target semasa sekolah itulah yang membawa aku membuat sebuah resolusi serius di awal tahun 2020 kemarin. 

Sebenarnya, aku memang tidak diburu waktu untuk segera bekerja. Namun dari pada 2020 terbuang sia-sia, aku memutuskan serius kali ini. Hal pertama, butuh pasang target, aku butuh goals agar tidak terlalu santai dalam mencari pekerjaan. Meski tidak memasang target untuk bekerja diperusahan multinasional seperti yang orang lain idam-idamkan, aku cukup memasang target untuk mendapatkan pekerjaan dengan usahaku sendiri. 

***

Alhamdulillah, wishlist ditahun 2020 sudah terceklis tepatnya di bulan Oktober. Aku lulus di sebuah instansi pemerintahan dengan notabene sebagai calon PNS. Allah memang maha baik. Salah satu resolusi besarku akhirnya tercapai. Alhamdulillah~